8 Strategi Marketing B2B yang Terbukti Sukses

Banyak orang yang mengatakan jika aspek marketing B2B berat untuk dilakukan ditambah lagi karena ilmu yang dipelajari di universitas umumnya hanya fokus pada B2C saja. Namun sebenarnya, strategi marketing B2B sangat menarik dan sudah terbukti bisa berhasil meningkatkan penjualan di berbagai bisnis meski caranya memang unik dan sedikit berbeda dengan marketing B2C.

Strategi marketing B2B merupakan kepanjangan dari Business to Business yakni kegiatan transaksi baik secara elektronik atau transaksi fisik antara entitas bisnis dengan entitas bisnis yang lainnya. Penjualan dalam sebuah bisnis nantinya bertujuan untuk bisnis lainnya dan bukan berakhir di tangan konsumen secara langsung. Berikut ini akan kami jelaskan beberapa strategi marketing B2B yang terbukti sukses dan bisa dipraktekkan untuk berbagai perusahaan.

1. Ikuti Tradeshow atau Pameran

Di setiap industri, umumnya akan digelas tradeshow atau pameran utama yang dijadikan sebagai standar industri tersebut. Mengikuti tradeshow atau pameran tersebut khususnya jika anda juga memiliki dana untuk membuka stand di acara tersebut tentu akan membuka lebih banyak peluang penjualan. Bisnis B2B sendiri memiliki rata rata penjualan yang besar sehingga hanya 2 hingga 3 klien saja yang bisa didapat dari tradeshow atau pameran, maka sudah bisa memberikan keuntunan yang besar.

2. Lebih Fokus Pada LinkedIn

Sebenarnya, bisnis B2B sama seperti bisnis lain, meski anda menjual ke perusahaan atau bisnis, namun tetap saja keputusan dari pembeli anda juga merupakan manusia sehingga anda tetap akan menjual secara personal dan pendekatan personal ke decision maker memang menjadi hal yang sangat penting.

Untuk itulah, investasi marketing di LinkedIn sangat penting sebab merupakan tempat para decision maker dari banyak perusahaan berkumpul. Disini anda bisa lebih menjangkau dan terhubung langsung dengan para decision maker yang mungkin bisa diubah menjadi calon pembeli. Namun satu hal yang harus anda ingat jika tidak ada yang suka dengan spam, sehingga jika anda hanya sekedar melakukan add dan spam decision maker di LinkedIn, maka mereka tidak akan menaruh hormat pada perusahaan yang anda miliki.

Dibandingkan membuat spam, akan lebih baik jika anda membuat konten yang menarik di LinkedIn supaya bisa menarik perhatian para decision maker. Strategi marketing B2B di LinkedIn ini lebih kepada bagaimana anda bisa membuat konten yang baik sehingga bisa menjadi sebuah thought leader untuk insdustri yang anda miliki.

Artikel Terkait :

3. Pakai Chatbot

Dari riset Harvard dibuktikan jika rata rata perusahaan merespon leads adalah selama 48 jamdan hanya sekitar 37% perusahaan yang melakukan follow up hanya dalam waktu 1 jam ketika mereka mmperoleh leads. Namun sebenarnya, calon pelanggan yang bisa difollow up dalam waktu satu jam bisa memiliki peluang hingga tujuh kali lipat lebih besar untuk menjadi pembeli dibandingkan dengan calon pelanggan yang baru difollow up sesudah 1 jam.

Agar bisa membantu anda untuk follow up leads hanya dalam waktu 1 jam, maka anda bisa memasang chatbot pada website anda. Jika chatbot sudah dilatih dengan baik, maka bisa menjawab berbagai pertanyaan mendasar yang biasanya sering ditanyakan oleh leads. Sedangkan jika chatbot sudah tidak dapat menjaab, maka tim akun yang nantinya bisa langsung follow up serta melanjutkan percakapan di chatbot tersebut. Pemakaian teknologi ini nantinya akan mempersingkat waktu follow up ke leads yang memang sangat anda butuhkan.

4. Gunakan Customer Success

Posisi customer success sangat penting dalam bisnis B2B yang bukan customer service biasa dengan tugas utama untuk memastikan semua yang membeli atau memakai produk atau jasa anda bisa sukses sesudah memakainya. Dengan customer success, maka para pembeli serta pelanggan akan merasa lebih diperhatikan oleh perusahaan yang anda miliki.

Jika seorang customer success bisa melakukan pekerjaannya dengan baik, maka kemungkinan besar pengguna atau pembeli akan kembali menggunakan atau membeli di perusahaan anda. Umumnya, customer success ini bisa meningkatkan rata rata customer lifetime value pada sebuah bisnis sehingga memang sangat penting untuk digunakan.

5. Memberikan Free Trial

Free trial juga menjadi strategi marketing B2B yang terbukti sukses dan paling ampuh hingga saat ini yang tentu harus disesuaikan dengan bisnis yang anda miliki. Selain itu, penentuan nilai dari free trial juga harus disesuaikan dengan budget customer acquisition cost yang anda miliki agar tidak sampai memberikan free trial dengan nilai melebihi budget.

6. Targetkan Pelanggan yang Lebih Spesifik

Semua bisnis tentu harus menentukan target konsumen sama seperti B2B. Namun dalam kasus B2B, menargetkan pelanggan bisa dilakukan dengan cara yang lebih mudah karena sifat dari bisnis B2B sendiri memang sudah spesifik sehingga anda akan memiliki gambar siapa saja yang nantinya akan membeli atau menggunakan bisnis anda.

Namun, rencana target pasar tetap harus dipersiapkan dengan baik seperti membuat daftar customer personas untuk bisnis yang akan anda jalankan. Ini berbeda dengan target pasar bersifat umum karena customer personas lebih spesifik yakni menjelaskan item target pasar lebih dalam lagi.

Agar bisa membuat customer personas, maka anda harus menjelaskan secara detail informasi para pelanggan seperti pendapatan, latarbelakang, target karir, alasan memakai produk, ketertarikan dan hobi bahkan hingga ketakutan terbesar yang ada di dalam hidup. Umumnya, data ini akan diberi nama orang sehingga bisa lebih mudah menunjuk jenis pelanggan yang ingin ditargetkan dengan promosi.

Baca Juga :

7. Sesuaikan Strategi Content Marketing

Strategi marketing pada B2B dan B2C sangat berbeda sebab untuk bisnis B2C seperti tidak memiliki batasan tentang bagaimana dan dimana usaha promosi dilakukan. Selain itu, bisnis B2C juga akan memakai segala media seperti Twitter, Facebook, YouTube, Instagram serta linkedIn sebab target pasarnya lebih fleksibel.

Sedangkan untuk B2B, target pasarnya lebih selektif ketika menggunakan media sosial sehingga anda juga harus lebih selektif ketika ingin melakukan kampanye promosi supaya resource tidak terbuang. Anda harus memiliki beberapa channel yang dirasa paling efektif untuk bisnis anda lalu gunakan untuk membagikan konten blog bisnis.

Anda nantinya juga bisa menggabungkan video marketing serta konten visual yang sesuai dengan karakter channel sosial media yang sudah anda pilih. Dengan ini, maka anda bisa lebih memaksimalkan strategi marketing pada media yang sudah anda pilih.

8. Bangun Networking

Membangun networking atau jejaring juga menjadi salah satu strategi marketing B2B yang terbukti sukses, bahkan tercatat ada sebanyak 45% bisnis B2B networking lewat acara dan juga grup. Bahkan, cara ini juga terbilang lebih populer jika dibandingkan dengan komunitas online, newsletter, program afiliasi dan lain sebagainya.

Pada kenyataannya, persaingan yang ada di bisnis B2B memang tidak sepadat B2C, namun sebenarnya ini merupakan alasan yang tepat kenapa anda harus melakukan networking tersebut. Dengan pilihan yang sangat terbatas, maka anda harus dengan jelas memperlihatkan apa saja kelebihan bisnis yang anda miliki dibandingkan dengan pesaing. Dengan networking, maka nantinya anda bisa menjalin hubungan dengan para calon pelanggan lebih baik lagi. Pendekatan personal seperti ini umumnya jauh lebih efektif untuk menarik pelanggan supaya mau membeli produk atau menggunakan layanan bisnis yang sedang anda tawarkan.

Strategi marketing B2B memang bisa tampak serupa antara yang satu dengan yang lain. Namun jika anda bisa melihatnya lebih mendalam, maka akan ada beberapa perbedaan yang membuat salah satu strategi terasa lebih sesuai digunakan untuk segmen bisnis tertentu supaya anda nantinya bisa melakukan lebih banyak penjualan.

Default image
Marissa
Full Time Blogger, Writing, Freelancer Professional, Web Development

Leave a Reply