Dalami Pola Konsumen Untuk Optimalkan Digital Marketing

Dalam melakukan digital marketing, diperlukan strategi yang tepat agar mampu mendapatkan lebih banyak pelanggan. Kita dapat merumuskan strategi yang maksimal bila kita mampu melakukan analisis yang presisi terhadap data pengguna yang kita himpun. Data yang kita dapatkan tentu saja masih dalam bentuk mentah, yaitu data yang belum disusun atau dikategorikan berdasarkan variabel-variabel tertentu. Tujuan dari pengolahan data adalah untuk mendapatkan informasi-informasi penting sebagai bahan pertimbangan dalam membuat keputusan bisnis.

Salah satu bentuk pengolahan data yang berperan vital dalam perkembangan bisnis adalah pola perilaku konsumen. Pernahkah Anda memperhatikan bagaimana konsumen-konsumen Anda bertindak dan mengambil keputusan saat berbelanja? Konsumen Anda mungkin saja terdiri dari banyak orang dengan latar belakang yang berbeda-beda. Tiap konsumen tentu memiliki pola perilakunya masing-masing. Ada banyak faktor yang mempengaruhi pola perilaku konsumen seperti rentang usia, jenis kelamin, profesi, dan lain sebagainya.

Pola perilaku konsumen sangat penting dalam digital marketing. Tanpa memahami pola perilaku konsumen, Anda akan kesulitan dalam menentukan strategi dan target yang tepat dari digital marketing yang Anda lakukan. Memahami pola perilaku konsumen akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan utuh mengenai karakter dari konsumen-konsumen Anda, sehingga Anda bisa membuat strategi digital marketing yang ampuh untuk menarik perhatian konsumen agar membeli produk yang Anda tawarkan.

Artikel terkait

Contohnya, Anda bisa membagi konsumen Anda ke dalam beberapa rentang usia. Dari pembagian ini, Anda bisa membuat konten digital marketing yang tepat untuk masing-masing rentang usia karena setiap rentang usia memiliki pola perilaku yang berbeda. Pola perilaku konsumen di era digital memang harus dianalisis secara teliti karena perkembangan teknologi telah banyak mengubah cara konsumen dalam membuat keputusan saat berbelanja. Desain dan gaya bahasa yang Anda gunakan untuk menawarkan produk pada remaja berusia belasan tahun tentu berbeda dengan desain dan gaya bahasa yang Anda tujukan pada orang dewasa berusia di atas 40 tahun. Dengan menggunakan konten yang tepat pada orang yang tepat, digital marketing yang Anda lakukan akan membuahkan hasil yang maksimal.

3 pola perilaku konsumen yang penting untuk dipelajari

  1. Waktu berbelanja
waktu berbelanja

Pola perilaku pertama yang sebaiknya Anda pelajari dari konsumen Anda adalah waktu yang mereka gunakan untuk berbelanja. Jika Anda analisis dengan baik, tentu saja ada waktu-waktu tertentu dimana volume penjualan Anda mengalami peningkatan drastis. Misalnya, dalam satu minggu, konsumen biasanya lebih senang berbelanja pada hari sabtu dan minggu. Dalam satu bulan, konsumen akan lebih banyak membelanjakan uang pada awal bulan setelah menerima gaji. Begitu juga dalam satu tahun, pasti ada bulan-bulan tertentu dengan volume transaksi yang lebih besar dari bulan-bulan lainnya.

Perilaku konsumen terkait waktu berbelanja ini bisa sangat berguna bagi Anda dalam merancang strategi bisnis dan digital marketing. Jika Anda mengetahui dengan baik pada waktu apa saja konsumen biasanya membeli barang-barang tertentu, Anda bisa menyediakan stok barang lebih banyak pada waktu-waktu tersebut untuk dapat memenuhi permintaan pelanggan. Anda juga bisa mempersiapkan diskon dan promosi pada hari-hari tersebut untuk mendongkrak penjualan lebih tinggi lagi. Kaitannya dengan digital marketing, Anda bisa mengetahui dengan baik kapan dan pada siapa Anda harus menawarkan produk-produk tertentu. Dengan timing yang tepat, digital marketing Anda akan mampu menghasilkan keuntungan besar untuk Anda.

Untuk dapat memaksimalkan strategi ini, pertama-tama Anda harus merekam data konsumen Anda berdasarkan waktu yang mereka gunakan untuk transaksi. Setelah Anda mendapatkan cukup banyak data, Anda bisa mengolah data tersebut ke dalam empat bagian : hari, minggu, bulan, dan tahun. Dengan teknik pengolahan data ini, Anda akan mendapatkan informasi yang akurat mengenai waktu-waktu dimana terjadi lebih banyak transaksi dibandingkan waktu-waktu lain. Kemudian Anda dapat mempersiapkan produk dan promosi yang tepat untuk memaksimalkan penjualan pada hari-hari tersebut.

  1. Produk favorit
produk favorit

Pola perilaku yang kedua adalah produk favorit konsumen Anda. Dari semua konsumen Anda yang memiliki bermacam-macam latar belakang, setiap konsumen pasti memiliki produk favoritnya masing-masing. Jika Anda mampu melakukan pengolahan data untuk mengetahui produk favorit konsumen-konsumen Anda, maka Anda akan mampu menawarkan produk yang tepat pada orang yang tepat di saat yang tepat pula.

Contohnya, sebagian dari konsumen Anda mungkin lebih menyukai desain busana berwarna terang, sebagian lainnya lebih menyukai warna-warna yang lebih gelap. Sebagian konsumen lebih suka pakaian yang memiliki banyak corak dan ornamen, sisanya lebih memilih desain yang lebih polos dan minim corak. Jika Anda mampu melakukan analisis mengenai produk favorit masing-masing konsumen, Anda akan mampu menawarkan produk yang tepat melalui konten digital marketing yang dipersonalisasi dengan baik.

Untuk melakukan pengolahan data berdasarkan produk favorit konsumen, Anda dapat membuat kategori penjualan Anda berdasarkan indikator-indikator produk seperti merek, desain, harga, dan lain sebagainya. Setelah Anda melakukan pembagian data berdasarkan kategori-kategori di atas, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih baik mengenai perilaku konsumen Anda. Gambaran yang Anda dapatkan bisa menjadi acuan dalam merancang strategi bisnis dan digital marketing untuk meningkatkan penjualan.

  1. Respon konsumen terhadap diskon
respon consument

Diskon memang salah satu strategi ampuh untuk menarik lebih banyak pelanggan. Semua orang pasti menyukai diskon. Tapi Anda perlu mempelajari berbagai respon konsumen terhadap diskon yang Anda tawarkan. Dalam digital marketing, strategi diskon berkaitan erat dengan pola perilaku konsumen yang memiliki korelasi erat dengan indikator-indikator lain seperti waktu pemberian diskon dan jenis produk yang ditawarkan.

Contohnya, Anda bisa mencoba dengan memberikan program diskon pada awal bulan dan akhir bulan dan mempelajari bagaimana konsumen Anda memberikan respon terhadap dua program diskon yang Anda berikan pada dua waktu yang berbeda. Anda juga bisa mencoba bermacam-macam persentase diskon untuk mempelajari bagaimana respon pelanggan. Jika Anda mampu melakukan analisis yang tepat mengenai respon konsumen terhadap diskon, Anda akan mendapatkan informasi yang akurat mengenai waktu dan produk yang tepat untuk pemberian diskon.

Search Engine Optimazion

Untuk melakukan analisis terhadap pola perilaku konsumen terkait respon konsumen terhadap pemberian diskon, Anda harus mengumpulkan data selengkap dan serinci mungkin selama periode diskon. Data yang sudah Anda kumpulkan dapat Anda bagi ke dalam beberapa kategori seperti waktu pemberian diskon, jenis produk yang Anda tawarkan, dan persentase diskon yang Anda berikan. Semua informasi ini dapat Anda jadikan acuan untuk memberikan diskon dan konten digital marketing yang tepat pada saat yang tepat dengan persentase diskon yang tepat pula.

Keuntungan pemahaman pola perilaku konsumen dalam Digital Marketng

Analisis data sangat penting dilakukan untuk memahami pola perilaku konsumen. Pemahaman ini dapat Anda gunakan untuk merancang strategi bisnis dan melakukan digital marketing dengan lebih maksimal. Dengan pemahaman pola perilaku konsumen yang baik, Anda akan mendapatkan gambaran yang lebih utuh mengenai karakter dari konsumen-konsumen Anda.

Para pelaku digital marketing harus mampu melakukan analisis terhadap pola perilaku konsumen secara akurat. Digital marketing yang dilakukan dengan berdasar kepada data pola perilaku konsumen akan mampu menarik lebih banyak pelanggan dengan konten promosi yang dipersonalisasi. Kesimpulannya, pola perilaku konsumen dan digital marketing adalah dua hal yang saling terkait dan tidak bisa dipisahkan dalam strategi bisnis.

Default image
Arman Basir
A New Journey. Menyukai hal-hal baru yang menantang dan kompleks untuk di pecahkan

Leave a Reply